Dinas Kesehatan Kota Palu terus mendorong inovasi untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Hingga Triwulan III Tahun 2026 (Juli–September), tercatat 5 inovasi pelayanan kesehatan telah didaftarkan dan diterapkan. Jumlah ini melampaui target tahunan sebanyak 2 inovasi.
Data tersebut tercatat dalam Database Inovasi Daerah pada laman Indeks Inovasi Daerah Kemendagri. Seluruh inovasi berada pada tahap Penerapan, dan keberhasilannya telah diapresiasi dengan 2 penghargaan tingkat nasional.
Lima Inovasi Unggulan
SABUK (Samperin Bumil Cantik) – Puskesmas Pantoloan
Inovasi jemput bola untuk skrining dan pengawalan kesehatan ibu hamil, agar ibu hamil mendapat pendampingan yang berkelanjutan.
TINAKU – Puskesmas Lere
Inovasi skrining digital untuk ibu hamil. Melalui TINAKU, ibu hamil dapat melakukan skrining mandiri dan dipantau kondisinya.
RAMPING – Puskesmas Mamboro
Inovasi pemantauan dan perawatan penderita stunting, mendukung upaya penurunan stunting di Kota Palu.
BANUA SIAGA
Inovasi berbasis Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk memetakan posko kesehatan saat tanggap bencana. Kota Palu memiliki pengalaman menghadapi bencana, sehingga kesiapsiagaan layanan kesehatan menjadi hal yang sangat penting.
NABELO
Inovasi digitalisasi pelayanan yang memudahkan masyarakat mendaftar secara online di fasilitas kesehatan. Pada 2026, NABELO dikembangkan dengan tambahan fitur Konsultasi Psikolog, sehingga layanan kesehatan mental semakin mudah dijangkau.
Berkelanjutan dan Bisa Direplikasi
Dinas Kesehatan Kota Palu menegaskan bahwa inovasi bukan sekadar pemenuhan indikator kinerja, tetapi upaya nyata meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Dengan komitmen pimpinan, penguatan kapasitas SDM kesehatan, pembenahan infrastruktur digital, dan kolaborasi lintas sektor, seluruh inovasi diharapkan dapat berjalan berkelanjutan, direplikasi ke wilayah lain, dan memberi manfaat yang lebih luas bagi warga Kota Palu.
Dinas Kesehatan Kota Palu – Bidang Pelayanan Kesehatan
