Imunisasi Bukan Sekedar Suntikan, Tapi Investasi Kesehatan
Imunisasi merupakan suatu tindakan pencegahan yang penting untuk melindungi anak-anak dari berbagai penyakit berbahaya sehingga bila suatu saat terpanjan dengan penyakit tersebut tidak akan menyebabkan komplikasi serius, kecacatan, bahkan kematian. Imunisasi disebut sebagai investasi kesehatan jangka panjang karena dengan memberikan imunisasi pada anak sejak dini, berarti dapat membantu membangun sistem kekebalan tubuh yang kuat dan melindungi mereka dari penyakit yang dapat dicegah seumur hidupnya.
Selain itu, imunisasi juga dapat menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity. Dimana, ketika sebagian besar masyarakat mendapatkan imunisasi, penyakit akan sulit menyebar. Hal ini berarti sangat penting untuk melindungi mereka yang tidak dapat di imunisasi karena alasan medis, seperti anak-anak dengan gangguan kekebalan tubuh. Imunisasi juga membantu mencegah penyebaran penyakit ke orang lain sehingga membantu mengurangi jumlah kasus penyakit yang beredar dan meningkatkan kualitas hidup anak.
Akan tetapi masih banyak orangtua yang khawatir untuk memberikan imunisasi kepada anaknya karena takut dengan efek samping yang ditimpulkan setelah imunisasi seperti demam, sakit kepala, nyeri dan bengkak di sekitar area suntikan, kelelahan, anak menjadi rewel dan lain sebagainya. Namun, ini merupakan efek samping yang normal dan biasanya akan sembuh sendiri setelah 3-4 hari.
Imunisasi diberikan kepada anak sejak usia 0-11 bulan. Untuk mempertahankan perlindungan terhadap penyakit, maka imunisasi lanjutan harus diberikan pada anak usia kurang dari 2 tahun (baduta) dan anak usia sekolah dasar/madrasah/sederajat melalui program Bulan Imunisasi Anak Usia Sekolah (BIAS).
Berikut Jadwal pemberian imunisasi Bayi dan Baduta
Jadwal Pemberian Imunisasi pada Anak Usia Sekolah Dasar/Madrasah/Sederajat
Ayo!!! IMUNISASI!!