Kolaborasi Dinkes Kota Palu, TP-PKK, kecamatan dan kelurahan menjadi
langkah bersama untuk mendekatkan layanan kesehatan sekaligus mendorong
keluarga Kota Palu lebih aktif memanfaatkan Posyandu.
PALU — Dinas Kesehatan Kota Palu menggelar kegiatan kolaborasi
lintas sektor dalam rangka peningkatan kunjungan Posyandu Tahun Anggaran 2026,
di Auditorium Kantor Walikota Palu, Rabu, 16 September 2026. Kegiatan ini
dihadiri oleh perwakilan kecamatan, kelurahan, UPT. Puskesmas se-Kota Palu
serta Tim Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP. PKK) se-Kota Palu.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr. Rochmat Jasin Moenawar membuka kegiatan secara
resmi. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Posyandu merupakan garda
depan layanan kesehatan masyarakat dan pilar utama transformasi layanan primer
yang diarahkan pemerintah.
"Kunjungan Posyandu yang tinggi
adalah tanda masyarakat sehat dan terpantau. Bayi dan balita yang rutin
ditimbang, diukur, dan diimunisasi di Posyandu memiliki peluang jauh lebih
besar tumbuh sehat dan terhindar dari stunting. Karena itu, peningkatan
kunjungan Posyandu bukan sekadar target, tetapi investasi masa depan generasi
Kota Palu," ujarnya.
Kadis juga menegaskan bahwa
keberhasilan Posyandu tidak dapat dilakukan Dinas Kesehatan sendirian,
melainkan membutuhkan keterlibatan aktif TP. PKK, pemerintah kecamatan dan
kelurahan, kader, serta seluruh masyarakat.
Salah satu narasumber kegiatan, Hj. Diah Puspita, S.A.P.,M.A.P selaku Ketua TP. PKK Kota Palu, menyampaikan
komitmen penuh TP. PKK dalam mendukung peningkatan kunjungan Posyandu.
Menurutnya, TP. PKK memiliki peran strategis dalam menggerakkan kader,
keluarga, dan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan.
"TP. PKK hadir untuk
menggerakkan ibu-ibu dan keluarga agar tidak lupa membawa balitanya ke Posyandu
setiap bulan. Kami akan mengintegrasikan pesan Posyandu dalam setiap kegiatan
PKK, mulai dari pertemuan pokja, kegiatan BKB, hingga penyuluhan di tingkat
kelurahan," ungkapnya.
Kegiatan ini membahas berbagai strategi konkret peningkatan kunjungan Posyandu, antara lain penguatan peran kader, penyuluhan berbasis keluarga, pemanfaatan media digital untuk pengingat jadwal layanan, serta penjadwalan layanan yang lebih fleksibel bagi masyarakat bekerja. Forum ini juga menjadi wadah sinkronisasi program antara Dinas Kesehatan, kecamatan, kelurahan, dan TP. PKK dalam satu gerakan yang terarah.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kota Palu berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bergerak bersama meningkatkan cakupan dan kualitas kunjungan Posyandu, sehingga terwujud masyarakat Kota Palu yang sehat, aktif, dan produktif.

Penulis Promkes Dinkes Palu : Ah. A.